Kamis, 29 November 2012

Resensi Buku 100 Cara Asik Hadapi Masalah Khusus Remaja





Judul                     :100 Cara Asik Hadapi Masalah Khusus remaja
Pengarang          :Rumintar
Penerbit              : Leutika jl. Sulawesi No. 7c Ringroad Utara
Tebal                     :159 halaman
Synopsis buku;
Buku ini menulis berbagai macam masalah remaja dan cara menyelesaikan masalah tersebut dengan bahasa yang cukup menarik dan gaul. Contohnya seperti ini ,
 Nggak suka berorganisasi? Bias jadi karena kamu nggak tahu manfaat berorganisasi. Kamu yang biasanya pulang sekolah Cuma nongkrong,kalau udah tahu sisi positif berorganisasi, bukan nggak munkin kalau kamu juga tertarik ikutan organisasi.
1.       Berorganisasi salah satu cara agar kita bias membiasakan diri untuk bersikap kritis dan berpikir sistematis sekaligus jadi wadah untuk belajar mengeluarkan pendapat.
2.       Berorganisasi melatih kita berkomunikasi dan berinteraksi karena di mana pun kita berada kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain sangat di perlukan.
3.       Untungnya lagi pas nanti kita kerja ,kita sudah tidak canggung lagi dalam menghadapi dan berinteraksi dengan orang lain.
Apakah yang km pilih? Wiiih salut deh untuk kamu yang bias menerima diri apa adanya, ups, maksudnya kamu udah bias berdamai dengan diri kamu. Kekurangan dah kelebihan benar benar kamu syukuri. Tapi tunggu dlu itu klo punya lima pilihan dari list di bawah ini.
a.       Lihat kelebihan orang lain,jangan sirik.
b.      Tahu kemampuan menggali potensi diri.
c.       Nggak mudah mengasihanin diri.
d.      Merawat diri sendiri sebaik munkin.
e.      Dapat tersenyum ketika orang lain menyebutkan kekurangan kita. Nggak protes dong, kan yang disebutkan kenyataan.
f.        Hamper selalu mengucapkan kata kata positif.
g.       Jarang nervous.
Punya cara untuk hidup berkualitas? Hari gini wajar lah kalau semua omongin soal kualitas, termasuk kualitas hidup. Sekarang munkin kamu sudah bosan dengan hidup kamu yang begitu-begitu saja, sekarang waktunya kamu untuk berubah dan bikin hidup lebih berkualitas.
1.       Punya niat untuk menggubah hidup, awal yang bagus tapi nggak Cuma itu.
2.       Evaluasi diri. Dengan cara ini kita tahu  kekurangan dan kelebihan kita.
3.       Buat recana untuk meminimalisali kekurangan kita. Bukan menutupinya, tapi memperbaikinya (kalau  kekurangan kita berupa cacat, berjalanlah menerimanya) kalau memang hal tersebut di perbaiki.
4.       Selanjutnya patuhilah apa yang kita temukan pada poin nomor dua dan tiga. Dan akhiranya lrt’s make life better.
Dan masih banyak lagi contoh-contoh seperti bgitu di buku ini.
Saran: buku ini berisi tips yang simple dan mudah di mengerti dengan banyak orang, dan buku ini dapat membantu menentukan hal yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan di masa depandengan efektif.

Senin, 22 Oktober 2012

Boken(Pedang kayu Jepang)



Bokken pedang kayu jepang ini adalah sejenis senjata yang terlihat seperti mainan. senjata ini multi fungsi selain sebagai alat untuk berlatih samurai bokken juga bisa di manfaatkan untuk menyerang musuh yang kurang tangguh dan sifat nya tidak melukai atau merobek kulit.
Boken terbuat dari berbagai macam kayu contohnya  dari kayu meranti, kayu merbau, kayu sonokeling, kayu ulin.
1.KAYU MERANTI,
karakter kayu ini berwarna cerah, kayu ini tergolong kayu keras berbobot ringan.

2. KAYU MERBAU,
karakter kayu ini berwarna sedikit gelap, kayu ini tergolong kayu keras yang berbobot ringan sampai berat-sedang.

3. KAYU SONOKELING,
karakter kayu ini berwarna sedang dan memiliki pola-pola yang indah, ungu bercoret-coret hitam, atau hitam keunguan berbelang dengan coklat kemerahan. Kayu ini tergolong kayu keras dengan bobot sedang hingga berat.

4. KAYU ULIN,
karakter kayu ini berwarna gelap dan juga memiliki corak yang indah, kayu ini sangat kokoh, kayu ini tergolong kayu keras dan berbobot berat. Kualitas kayu ini sangatlah baik untuk bokken.
Mengutip dari:

Kampung domba terpadu



Di desa yang bernama desa cinyurup, Kelurahan Juhut, Kecamatan Karang Tanjung, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Terdapat sebuah desa yang sering disebut kampung domba. Disana tempatnya strategis untuk berternak domba, bertani, dan berkebun karena di dukung dengan wilayah bertopografi miring/lereng, dengan curah hujan sekitar 2000 mm/tahun, dengan iklim tipe B1 (klasifikasi Oldeman). Di desa cinyurup terkenal karena terdapat sebuah desa yang mayoritas penduduknya berternak domba,selain itu terkenal juga memproduksi sayuran organik, dan tanaman perkebunan, contohnya sayuran organic misalnya caisin, wortel,tomat dll, untuk perkebunan misalnya seperti jagung, kacang tanah, buncis, ubijalar, ubi kayu, dlll. Mereka mengunaka pupuk organic yang terbuat dari kotoran domba-domba yg mereka pelihara. Selain di jadikan pupuk juga, kotoran domba tersebut dapat di jadikan sebagai biogas untuk memasak sehari hari.

Saya dan adik saya pergi ke desa tersebut dengan menggunakan kendaraan roda dua, di perjalanan ke desa tersebut harus melewati jalan yang cukup sulit karena jalan menuju ke desa itu sangat menanjak dan terjal. Ketika itu cuacanya sedang tidak mendukung karena turun hujan dan jalananpun jadi licin karna tergenag tanah. Kami melanjutkan perjalanan itu karena saya ingin tahu kaya gimana kampung domba tersebut.sebelom sampe ketempat tersebut saya melihat lihat dan melewati  berbagai perkebunan warga, dri kebun cengkeh, melinjo,dan lain-lain. Setelah sampai d kampong tersebut ternyata bener warga di kampong tersebut banyak yg memelihara domba domba.  Saya dan adik sayapun singah di salah satu tempat perternakan domba yaitu perternakan bernama kelompok tani karya mandiri, di sana bayak kandang sekali kandang domba yang kuwalitas domba unggul. Setelah asik melihat-lihat dan berfoto-foto. Kamipun segera pulang karena hari sudah sore dan mendung.

Selasa, 26 Juni 2012

Pengaruh Teknologi terhadap budaya organisasi


Berikut ini dikemukakan beberapa pengertian budaya organisasi menurut beberapa ahli :
·         Menurut Wood, Wallace, Zeffane, Schermerhorn, Hunt, Osborn (2001:391), budaya organisasi adalah sistem yang dipercayai dan nilai yang dikembangkan oleh organisasi dimana hal itu menuntun perilaku dari anggota organisasi itu sendiri.
·         Menurut Tosi, Rizzo, Carroll seperti yang dikutip oleh Munandar (2001:263), budaya organisasi adalah cara-cara berpikir, berperasaan dan bereaksi berdasarkan pola-pola tertentu yang ada dalam organisasi atau yang ada pada bagian-bagian organisasi.
·          Menurut schein ( 1985 ) budaya organisasi adalah pola asumsi dasar yang ditemukan atu dikembangkan oleh suatu kelompok orang ketika mereka belajar untuk menyelesaikan problem – problem, menyesuaikan diri dengan lingkungan eksternal, dan berintegrasi dengan lingkungan internal. Asumsi dasar tersebut telah terbukti dan diterapkan dengan baik untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya dan diaanggap valid.
·         Luthan ( 1998 ) mengemukakan, budaya organisasi merupakan norma – norma dan nilai – nilai yang mengarahkan prilaku anggota organisasi. Setiap anggota akan berprilaku sesuai dengan budaya yang berlaku agar diterima oleh lingkungannya.
            Secara umum budaya organisasi itu sendiri adalah nilai, norma, keyakian, sikap, dan asumsi yang merupakan bentuk bagaimana orang – orang dalam organisasi berprilaku dan melakukan suatu hal yang biasa dilakukan.
Fungsi budaya organisasi
            Menurut robbins ( 2003 ) budaya menjalankan sejumlah fungsi didalam suatu organisasi. Adapun fungsi budaya organisasi tersebut anatara lain :
1.      Budaya mempunyai peran menetapkan tapal batas, artinya budaya menciptakan pembedaan yang jelas antara satu organisasi dengan yang lain.
2.      Budaya memberikan rasa identitas ke anggota – anggota organisasi.
3.      Budaya mempermudah timbulnya komitmen pada sesuatu yang lebih luas daripada kepentingan pribadi seseorang
4.      Budaya meningkatkan kemantapan system social
Akhirnya budaya berfungsi sebagai mekanisme pembuat makna dan  mekanisme pengendali yang memandu dan membentuk sikap serta prilaku karyawan.

            Menurut wirawan ( 2007 ) budaya memiliki sejumlah fungsi didalam suatu organisasi. Adapun fungsi budaya organisasi tersebut antara lain :
1.      Menjelaskan persamaan antara organisasi yang satu dengan yang lainnya
2.      Membangun sensitivitas atas identitas dari setiap anggota
3.      Memfasilitasi komitmen generasi untuk sesuatu yang lebih besar daripada ketertarikan mereka sendiri
4.      Membangun stabilitas dari system social

Pengaruh Teknologi terghadap kreatifitas individu dan team
            Kreativitas merupakan salah satu kebutuhan pokok manusai, yaitu kebutuhan akan pewujudan diri ( aktualisasi diri ) dan merupakan kebetuhan paling tinggi bagi manusia ( maslow, dalam munandar, 2009 ). Pada dasarnya setiap orang dilahirkan di dunia dengan memiliki potensi kreatif, kreativitas dapat diidentifikasi dan dipupuk memlalui pendidikan yang tepat ( munandar, 2009 ).
Kemajuan teknologi ter sebut berdampak positif di kreatifitas individu dan team, karena dengan teknologi tersebut mereka dapat berkreasi dengan semaksimal mungkin untuk membuat kreasi tersebut, dan dapat memasarkan hasil kreasi tersebut di muka publik,baik di dunia maya atau pun di dunia nyata.
Kesimpulan
            Dengan teknologi yang terus berkembang sampai saat ini memberikan kemudahan kepada setiap individu atau team dalam mengembangkan kreativitas yang dia miliki dengan memanfaatkan teknologi yang benar untuk memajukan suatu team atau organisasi

Sumber:


Senin, 04 Juni 2012

Kelompok dalam Organisasi


Assalamualaikum..Wr.Wb.
         
Segala puji bagi Tuhan yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan tulisan ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan Dia mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik.
Semoga pembaca senang dan menyukai tulisan ini, bila ada kesalahan tulisan atau kata-kata tolong maafkan, terima kasih.
Dulu selagi saya masih bersekolah di SMAN saya pernah mengikuti sebuah organisasi yaitu organisasi MPK(Majelis Perwakilan Kelas), di organisasi tersebut saya menjabat sebagai wakil ketua MPK.
di bawah ini saya akan menjelaskan beberapa kewajiban,hak, dan tugas-tugas MPK.
Kewajiban MPK yaitu:
a.Memperhatikan saran anggota 
b.Melakukan program berdasarkan berdasarkan AD/ART
c.Setiap anggota OSIS / MPK wajib memakai tanda pengenal yang telah disepakatisetiap kegiatan OSIS / MPK.
d.Memberi laporan tertulis kepada sekolah
e.Membantu kerja perangkat OSIS
f.Melakssanakan dan mentaati keputusan, peraturan, dan keputusan yang telahditetapkan oleh organisasi maupun sekolah.
g.Menentang setiap usaha dan tindakan yang merugikan kepentingan organisasi dansekolah dengan ketentuan yang ada.
h.Menjunjung rapat organisasi yang disetujui oleh sekolah apabila diperlukan ataudiundang.
i.Bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan bersemangat untuk kepentngan sekolah 
j.Berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan yang telah direncanakan atau yangsedang dilakasanakan.
Hak MPK yaitu :
a.Hak perlindungan dan perlakuan yang sama. 
b.Hak mendapat perlindungan, pembebanan, pengkaderan, penataran dariorganisasi.
c.Hak mengeluarkan pendapat.d.Hak untuk mengikuti kegiatan organisasi
e.Hak mengadakan perubahan dan pembatasan serta pembekuan terhadap programkerja OSIS, jika perlu dengan sepengetahuan pengurus OSIS dan Pembina.
Tugas MPK yaitu diantaranya:
 a.Menampung dan mewujudkan seluruh aspirasi siswa. 
b.Bertanggung jawab kepada sekolah atas kerja OSIS
c.Menerima atau menolak rancangan program kerja yang diajukan OSIS

Menurut saya Hambatan dalam MPK yaitu jarangnya organisasi-organisasi lain melapor kepada MPK kalau ada kegiatan dalam organisasi atau sekolah. dan kurangnya siswa siswi yang ingin jadi organisasi MPK di karnakan MPK sering di remehkan sama organisasi lain.

Menurut saya solusi yang baik adalah hargailah anggota MPK, dan jangan remehkan organisasi itu,

Pemecahan masalahnya adalah siswa-siswi jangan takut menjadi organisasi MPK karena organisasi tersebut dapat menghentikan/ membubarkan organisasi di sekolah dan jabatan organisasi MPK paling tinggi di bandingkan organisasi lain di sekolah.
 Demikian tulisan ini saya buat, bila ada kesamaan atau kesalahan kata-kata, dan kurang lebihnya saya minta maaf,terima kasih.

Rabu, 02 Mei 2012

Teori Pengambilan Keputusan


1.Devinisi Pengertian Pengambilan Keputusan dikemukakan oleh,
 
Ralp C. Davis;
Mary Follet;
James A.F. Stoner.
Siagian. 
Terry.
  • Keputusan dapat dijelaskan sebagai hasil pemecahan masalah, selain itu juga harus didasari atas logika dan pertimbangan, penetapan alternatif terbaik, serta harus mendekati tujuan yang telah ditetapkan.
  • Seorang pengambil keputusan haruslah memperhatikan hal-hal seperti; logika, realita, rasional, dan pragmatis.
  • suatu pendekatan terhadap hakikat suatu masalah, pengumpulan fakta-fakta dan data, penentuan yang matang dari alternatif yang dihadapi dan pengambilan tindakan yang menurut perhitungan merupakan tindakan yang paling tepat.
  • pemilihan alternatif perilaku dari dua alternatif atau lebih ( tindakan pimpinan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam organisasi yang dipimpinnya dengan melalui pemilihan satu diantara alternatif-alternatif yang dimungkinkan).
  • Secara umum pengertian teori pengembilan keputusan adalah, teknik pendekatan yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan atau proses memilih tindakan sebagai cara pemecahan masalah.
2.Jenis-jenis pengambilan keputusan
a)      Sekelompok pimpinan
b)      Sekelompok orang-orang bersama pimpinannya.




sumber: