Jumat, 14 Juni 2013

Pengertian dan ContohProgram Save point, Commit,dan Rollback pada SQL

      Pengertian save point
Savepoint adalah batu loncatan untuk transaksi dimana kondisi database dapat dikembalikan keposisi saat savepoint dibuat. Semua perubahan yang melewati savepoint tersebut akan dibuatpermanen.
Pengertian Commit
Adalah perintah  yang berfungsi untuk mengendalikan pengeksekusian transaksi yang menyetujui rangkaian perintah yang berhubungan erat dengan perintah yang  sebelumnya  telah berhasil dilakukan.
Pengertian Rollback
Adalah perintah  yang berfungsi untuk mengendalikan pengeksekusian transaksi yang membatalkan transaksi yang dilakukan karena adanya kesalahan atau kegagalan pada salah satu rangkaian perintah
Contoh program save point
insert into produk
values('P0006','Permen','S0001','K3','1000','20','0'),
('P0007','Bayam','S0001','K2','1000','30','0');
ROLLBACK TO SAVEPOINT sp1; 
COMMIT;
 Contoh program commit dan rollback
Commit
INSERT INTO departments
VALUES (290, ‘Corporate Tax’, NULL, 1700);
COMMIT;

Rollback
DELETE FROM copy_emp;

ROLLBACK;

High Pass Filter Pada Pengolahan Citra

 high pass filter adalah proses filter yang mengambil citra dengan gradiasi intensitas yang tinggi dan perbedaan intensitas yang rendah akan dikurangi atau dibuang. Ciri-ciri dari fungsi low-pass filter adalah sebagai berikut:
Sebagai contoh dibuat program High Pass Filter dengan fungsi filter rata-rata sebagai berikut:
Hasil dari program High Pass Filter, ini untuk beberapa macam gambar adalah sebagai berikut:
Dari kedua hasil di atas dapat dilihat bahwa High Pass Filter menyebabkan gambar hanya diambil atau ditampilkan pada daerah-daerah yang berbeda misalkan pada tepi-tepi gambar. Pada gambar kucing perbedaan yang muncul tidak begitu jelas karena gambarnya mempunyai gradiasi yang tinggi (halus), sedangkan pada gambar komputer tepi-tepi gambar tampak jelas karena perbedaannya tinggi.

Low Pass Filter Pada Pengolahan citra

 low pass filter adalah proses filter yang mengambil citra dengan gradiasi intensitas yang halus dan perbedaan intensitas yang tinggi akan dikurangi atau dibuang. Ciri-ciri dari fungsi low-pass filter adalah sebagai berikut:
Sebagai contoh dibuat program Low Pass Filter dengan fungsi filter rata-rata sebagai berikut:
 Hasil dari program Low Pass Filter, ini untuk beberapa macam gambar adalah sebagai berikut:
Dari kedua hasil di atas dapat dilihat bahwa Low Pass Filter menyebabkan gambar menjadi lebih halus dan lebih blur.
sumbr: www.google.com 

Pengertian Konvolusi dalam pengolahan citra

Konvolusi adalah perkalian total dari dua buah fungsi f dan f yang didefinisikan dengan:
Untuk fungsi f dan h yang berdimensi 2, maka konvolusi dua dimensi didefinisikan dengan:
Konvolusi 2D inilah yang banyak digunakan pengolahan citra digital, sayangnya rumus diatas sangat sulit diimplementasikan menggunakan komputer, karena pada dasarnya komputer hanya bisa melakukan perhitungan pada data yang diskrit sehingga tidak dapat digunakan untuk menghitung intregral di atas
Konvolusi pada fungsi diskrit f(n,m) dan h(n,m) didefinisikan dengan:
Perhitungan konvolusi semacam ini dapat digambarkan dengan:
Bila ingin dihitung y = f * h, maka proses perhitungannya dapat dilakukan dengan:
Filter pada citra pada bidang spasial dapat dilakukan dengan menggunakan konvolusi dari citra (I) dan fungsi filternya (H), dan dituliskan dengan:
I’ = H ⊗ I
Dan dirumuskan dengan:
dimana:  m,n adalah ukuran dari fungsi filter dalam matrik

Prinsip-Prinsip Filtering

Filtering adalah suatu proses dimana diambil sebagian sinyal dari frekwensi tertentu, dan membuang sinyal pada frekwensi yang lain. Filtering pada citra juga menggunakan prinsip yang sama, yaitu mengambil fungsi citra pada frekwensi-frekwensi tertentu dan membuang fungsi citra pada frekwensi-frekwensi tertentu.


Berdasarkan sifat transformasi fourier dari suatu citra dan format koordinat frekwensi seperti gambar berikut ini:
Berikutnya kita perhatikan bagaimana pengaruh frekwensi rendah dan frekwensi tinggi pada citra dengan memanfaatkan hasil dari transformasi fourier. Dimana frekwensi pada  citra dipengaruhi oleh gradiasi warna yang ada pada citra tersebut. Perhatikan hasil transformasi fourier dari beberapa citra berikut berikut.


Perhatikan bahwa warna putih (terang) pada gambar hasil transformasi fourier menunjukkan level atau nilai fungsi yang tinggi dan warna hitam (gelap) menunjukkan level atau nilai fungsi yang rendah. Berdasarkan hal ini dan format koordinat frekwensi (pada gambar 2.1) terlihat bahwa pada gambar 2.2 nilai-nilai yang tinggi berada pada frekwensi rendah, ini menunjukkan bahwa citra dengan gradiasi (level threshold) tinggi cenderung berada pada frekwensi rendah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa citra dengan gradiasi tinggi berada pada frekwensi rendah.


Berikutnya dengan menggunakan citra-citra yang bergradiasi rendah seperti gambar logo data sketsa dimana nilai treshold yang digunakan merupakan nilai-nilai yang kecil dapat dilihat pada gambar 2.3. berikut. Pada gambar 2.3.terlihat bahwa hasil transformasi fourier menunjukkan nilai fungsi hanya berada pada frekwensi tinggi.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa citra yang bergradiasi rendah berada pada frekwensi tinggi. Demikian pula citra biner, citra dengan threshold tertentu merupakan citra-citra yang bergradiasi rendah, dan citra-citra ini berada pada frekwensi tinggi.
Dari sifat-sifat citra pada bidang frekwensi, maka prinsip-prinsip filtering dapat dikembangkan adalah sebagai berikut:

1.      Bila ingin mempertahankan gradiasi atau banyaknya level warna pada suatu citra, maka yang dipertahankan adalah frekwensi rendah dan frekwensi tinggi dapat dibuang atau dinamakan dengan Low Pass Filter. Hal ini banyak digunakan untuk reduksi noise dan proses blur.

2.      Bila ingin mendapatkan threshold atau citra biner yang menunjukkan bentuk suatu gambar maka frekwensi tinggi dipertahankan dan frekwensi rendah dibuang atau dinamakan dengan High Pass Filter. Hal ini banyak digunakan untuk menentukan garis tepi (edge) atau sketsa dari citra.

3.      Bila ingin mempertahankan gradiasi dan bentuk, dengan tetap mengurangi banyaknya bidang frekwensi (bandwidth) dan membuang sinyal yang tidak perlu maka frekwensi rendah dan frekwensi tinggi dipertahankan, sedangkan frekwensi tengahan dibuang atau dinamakan dengan Band Stop Filter. Teknik yang dikembangkan dengan menggunakan Wavelet Transform yang banyak digunakan untuk kompresi, restorasi dan denoising.

Teknik-teknik filtering pada citra dikembangkan menggunakan prinsip-prinsip di atas. Perhatikan beberapa transformasi fourier dari fungsi yang semuanya positif sebagai berikut:
Dari gambar 4. di atas yang masing-masing menyatakan transformasi fourier dari fungsi rata-rata dan fungsi gaussian, dapat dilihat bahwa fungsi-fungsi ini menghasilkan transformasi fourier yang nilainya hanya berada pada frekwensi rendah. Hal ini dapat dinyatakan bahwa filter yang berjenis Low Pass Filter dapat diperoleh dengan suatu kernel filter H (koefisien filter dalam spasial atau koordinat x dan y) yang semua nilainya positif (positif absolut). 
sumber:www.google.com

Penjelasan dan contoh Forward dan Backward Chaining


Forward chaining adalah metode inferensia yang merupakan lawan dari backward chaining. Forward chaining dimulai dengan data atau data driven. Artinya pada forward chaining semua data dan aturan akan ditelusuri untuk mencapai tujuan / goal yang diinginkan.
Backward chaining atau Backward Reasoning merupakan salah satu dari metode inferensia yang dilakukan untuk di bidang kecerdasan buatan. Backward chaining dimulai dangan pendekatan tujuan atau goal oriented atau hipotesa.


sumber: www.google.com

Diagram atau Skema Jaringan Komputer


Berbagai macam diagram jaringan
Berikut adalah berbagai macam diagram jaringan atau skema jaringan yang disesuaikan dengan kebutuhan baik untuk rumahan, kantoran atau jaringan korporasi. Sebelumnya perlu juga diketahui bahwa suatu computer dalam suatu jaringan memerlukan suatu kartu jaringan yang disebut Ethernet Card / NIC adapter dengan RJ-45 port baik yang berkecepatan 10/100Mbps ataupun yang gigabit Ethernet.

A. Sekema Jaringan Dua Komputer

Jaringan yang paling sederhana adalah jaringan yang menghubungkan dua buah computer. Skema jaringan dua computer bisa dilihat pada gambar 6 berikut ini.
  
Gambar 1. Jaringan Dua Komputer
Yang perlu diperhatikan adalah kabel UTP yang anda pakai. Untuk koneksi back-to-back anda harus menggunakan konfigurasi kabel cross UTP. Akan tetapi ada beberapa jenis adapter NIC yang mempunyai fitur Auto-MDIX atau Autosensing ports dimana anda bisa menggunakan jenis kabel cross atau straight dan system akan mendeteksi secara automatis dan menyesuaikan seperlunya. Klik disini untuk jelasnya kabel cross dan straight through.
Anda juga bisa menggunakan sebuah Switch untuk bisa menghubungkan kedua computer atau lebih untuk membentuk sebuah jaringan workgroup yangbisa saling berkomunikasi. Satu hal yang perlu diperhaikan adalah pemberian IP address untuk masing-masing computer. Konfigurasikan property TCP/IP dari masing-masing computer dengan contoh IP address dibawah.
Komputer A: IP address = 192.168.10.10 subnet mask 255.255.255.0
Komputer B: IP address = 192.168.10.12 subnet mask 255.255.255.0
Biarkan gateway dan DNS kosong

B. Skema Jaringan Wireless Router

Salah satu tujuan utama anda mempunyai jaringan wireless dirumah adalah untuk bisa berbagi koneksi Internet broadband anda (misal Speedy). Untuk itu umum digunakan sebuah wireless router yang dikoneksikan ke sebuah modem (tanpa fitur router). Pada umumnya ISP anda memberikan modem yang sudah dilengkapi dengan router dengan dilengkapi satu atau empat Ethernet port. Gambar 7 berikut adalah skema jaringan computer wireless yang menggunakan sebuah wireless router yangdikoneksikan kepada modem.

Gambar 2. Skema jaringan wireless

 
Gunakan kabel UTP cross untuk menghubungkan Ethernet port (RJ-45 port) pada modem disalah satu ujung kabel, dan salah satu ujung kabel lainnya koneksikan kepada port WAN dari router anda. Ada beberpa jenis router yang juga dilengkapi dengan sebuah port USB untuk anda gunakan sebagai sharing printer agar bisa diakses lewat jaringan misal D-Link DIR-632 yang juga dilengkappi sampai 8-port Ethernet.
Anda juga bisa menghubungkan XBOX game console anda kepada jaringan wireless tentunya dengan menambahkan sebuah adapter wireless XBOX. 

C. Skema Jaringan Kantor Kecil

Walaupun prinsipnya sama, untuk jaringan business kantoran kecil skema jaringan pada gambar 8 berikut bisa mewakili berbagai macam jaringan untuk keperluan bisnis anda. Diagram atau skema jaringan ini terdiri dari sebuah router (yang merupakan pelindung garis depan dari jaringan internal anda), sebuah firewall (yang juga merupakan pelidung jaringan anda dengan filter security) dan juga skema jaringan internal anda dengan beberapa computer desktop dan sebuah server.

Gambar 3. Skema jaringan LAN
 
Skema jaringan dalam suatu corporasi biasa juga digunkan untuk membantu anda dalam membuat suatu risk assessment tentang titik-titik kritis yang perlu diberikan perhatian dalam mengantisipasi kemungkinan adanya disaster.